Tabik, Pirsawan nan Budiman!

Selamat datang di blog IIK Project, sebuah blog pribadi yang baru kubuat sendiri (saat artikel ini rilis). Artikel pertama ini merupakan sebuah uji coba untuk memastikan pengunjung blog ini dapat menikmati isi konten dengan nyaman.

Tapi ngomong-ngomong, apakah ada yang menyadari bahwa judul di artikel ini adalah sebuah kata sapaan? Memang lumayan tidak lazim untuk digunakan sehari-hari. Tapi itulah yang membuatku suka pada istilah 'tabik' dan 'pirsawan' ini sehingga pada akhirnya aku jadikan sebagai salam khas dari IIK.

Kata 'tabik' pertama kali aku temukan dalam buku materi belajar bahasa Jerman yang berjudul "Deutsch, Warum Nicht?" berformat PDF dari DW Indonesia. Tercetak sebagai terjemahan dari kata 'Tschüs' dalam bahasa Jerman yang merupakan salam perpisahan informal setara 'Dadaah!'. Aku bisa bayangkan jika aku membuat konten video, aku dapat menggunakan 'tabik' sebagai salam penutup. Tapi kata 'tabik' ini setahuku juga bisa dipakai sebagai salam perjumpaan, seperti  pada kata 'tabik pun' dalam bahasa Lampung. Ya... Begitu arkaisnya istilah ini sampai aku pun belum pernah menemui kata 'tabik' di kehidupan umum sehari-hari.

Sementara itu, kata 'pirsawan' diketahui pernah digunakan oleh TVRI tempo dulu. Kini, orang lebih sering menggunakan istilah 'pemirsa' sebagai panggilan untuk para penonton televisi. Ketika aku berkhayal punya saluran televisi milikku sendiri, aku membayangkan para pembaca berita atau pembawa acara lainnya menghidupkan kembali kata 'pirsawan' di layar kaca masa kini.

Aku saat ini memang masih belum punya stasiun televisi sendiri, tapi untuk mewujudkan salam khas itu di alam nyata, sepertinya aku harus memulainya sekarang.

Terima kasih sudah membaca. Tabik!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Conscript] Abjad Karawil