[Conscript] Abjad Karawil
Entah kenapa tiba-tiba saja aku terpikirkan sebuah huruf yang bentuknya didasarkan dari aksara Kawi, namun bentuknya dibuat seperti alfabet Sirilik Rusia. Saat itu, aku selesai membentuk desain font dari salah satu aksara rekaan (conscript) yang ada di Omniglot yang disebut aksara Nusantara, yang pada dasarnya memang berbentuk aksara Kawi yang diberi modifikasi pada beberapa tanda diakritik tertentu, dan susunan huruf utamanya ditata seperti aksara Jawa (hanacaraka). Desain aksara Nusantara versiku sudah aku post di Instagram waktu itu.
Setelah aku coba merancang bentuk huruf Kawi yang alfabetik ini di buku sketsa, aku memanfaatkan potongan vektor dari desain font aksara Nusantara itu untuk disusun menjadi aksara yang baru. Kemudian aku menamainya "Abjad Karawil", peleburan dari nama 'Kawi' dan 'Kiril' (nama lain dari Sirilik) sebagaimana dua aksara yang aku gabung ini. Caraku membentuk nama "Karawil" ini dibuat seperti nama atau istilah yang ada di Indonesia seperti 'Karawang', 'wamil', atau 'dukcapil'.
Abjad Karawil ini sebenarnya tidak sepenuhnya alfabetik. Jenis aksaranya masih terbilang abugida, yang mana bunyi satu hurufnya dapat berdiri sendiri sebagai satu suku kata dengan bunyi vokal utama. Contoh aksara yang berjenis abugida antara lain seperti abjad Arab, aksara Jawa, aksara Sunda, aksara Batak, aksara Thai, dan lain sebagainya. Jadi, semua huruf konsonan Karawil yang tunggal diikuti bunyi vokal utama 'a', tapi ketika disandingkan dengan tanda vokal yang ukurannya lebih kecil akan mengubah bunyi vokal dari huruf tersebut (Contoh: Ka + i = Ki).
Tanda baca vokal
Tanda baca vokal dalam abjad Karawil ini tidak berada di atas maupun di bawah huruf seperti kebanyakan aksara abugida, melainkan di samping bagaikan huruf tersendiri. Kecuali tanda garis di atas huruf yang disebut 'tanda pemati', yang mematikan vokal dan membuat suatu huruf Karawil membentuk bunyi konsonan sejati. Kuakui sistem 'tanda vokal di samping' ini memang agak mirip dengan abjad Ibrani, namun sistem ini bertujuan untuk mempermudah penulisan karena langkah tulisnya bisa lebih konsisten ke satu arah seperti saat kita menulis dengan huruf latin.
Aku pernah merasakan kesulitan saat mencoba menulis dengan aksara Kawi. Sebagai orang yang terbiasa menulis dengan abjad latin, untuk menulis satu suku kata, aku (atau kita) cenderung mendahulukan konsonan, baru vokalnya. Dalam kasus aksara Kawi, ketika aku menulis suatu huruf dengan tanda taling (e), aku tidak sempat terpikir bahwa aku harus menulis talingnya terlebih dahulu, padahal aku tahu tanda taling berada di sebelum huruf konsonan Kawi. Akibatnya, saat menulis konsonan baru, aku tidak memberi ruang yang cukup untuk menulis tanda taling ketika baru mau ingin menulis tanda vokal 'e' atau 'o' (taling-tarung).
Meskipun bentuk tanda baca vokal Karawil juga diambil dari aksara Kawi, posisinya saat bersanding dengan huruf utama tidak begitu sama dengan aksara aslinya. Dengan ukurannya yang cuma setengah dari huruf utama, hanya disesuaikan saja posisinya menjadi tinggi dan rendah. Sebutan tinggi-rendah di sini berbeda dengan atas-bawah karena tidak benar-benar di atas dan di bawah huruf. Posisi tinggi dan rendah pada tanda vokal 'i', 'ê', dan 'u' dalam abjad Karawil didasari pada posisi asli dari tanda vokal dalam aksara Kawi, yaitu di atas dan di bawah hurufnya. Sementara tanda vokal 'e' dan 'o' dalam aksara Kawi berada sebelum dan sesudah hurufnya. Maka posisi tinggi 'e' dalam abjad Karawil dapat diartikan sebagai 'awal/sebelum', dan posisi rendah 'o' dapat diartikan sebagai 'akhir/sesudah' meskipun posisinya sama-sama berada setelah huruf.
Cara penulisan
Abjad Karawil didesain agar bisa digunakan untuk menulis bahasa Indonesia. Saat menulis abjad ini, kita tidak perlu mengikuti penulisan latinnya, melainkan bunyi dari pengucapan bahasa Indonesia.
Sebagai contoh, mari kita lihat huruf ‘A’ dari abjad Karawil yang bentuknya seperti angka 31 itu. Sebetulnya huruf ‘A’ ini bukan huruf vokal, huruf ini masuk dalam kategori konsonan, lebih tepatnya konsonan letup celah-suara atau ‘hentian glotal’ (IPA: [ʔ]). Maka dari itu huruf ‘A’ bisa menjadi bunyi vokal lain ketika disandingkan dengan tanda baca vokal seperti ‘i’ dan teman-temannya. Bahkan ketika diberi tanda pemati, huruf ini bisa digunakan sebagai bunyi sentak seperti kata ‘tidak’, ‘kakak’, dan ‘bapak’
Untuk menulis kata yang mengandung bunyi diftong, huruf ‘Ya’ dan ‘Wa’ bisa dipakai untuk diftong yang melibatkan bunyi vokal ‘i’ dan ‘u’.
Contoh:
Baik: Ba-Y-K
Laut: La-W-T
Kian: Ki-Ya-N
Luar: Lu-Wa-R
Tuai: Tu-Wa-Y
Karena jika menggunakan huruf ‘A’ untuk kata berdiftong, maka bunyi yang dihasilkan malah menjadi Ba’ik, La’ut, Ki’an, Lu’ar, dan Tu’a’i.
Biasanya aku tidak memberlakukan aturan ini pada kata seperti ‘mencintai’ dan ‘sekalian’ karena ‘-i’ dan ‘-an’ adalah imbuhan. Sehingga aku menulisnya menjadi Mencinta’i dan Sekali’an. Tapi masih tetap sah-sah saja bila ingin menulisnya jadi ‘Mê-N-Ci-N-Ta-Y’ dan ‘Sê-Ka-Li-Ya-N’.
Bagaimana dengan kata seperti ‘kaos’, ‘loak’ dan ‘bea’? Untuk kasus ini menggunakan huruf ‘A’ disahkan, sehingga boleh ditulis Ka’os, Lo’ak, dan Be’a.
Lagu abjad Karawil
Salah satu cara agar sekumpulan abjad bisa mudah diingat adalah dengan dinyanyikan. Jika alfabet latin dinyanyikan dengan nada dari lagu “Twinkle-Twinkle Little Star”, lagu abjad Karawil ini dinyanyikan dengan cara yang tidak jauh berbeda. Apalagi susunan huruf pada abjad Karawil disesuaikan pula dengan urutan huruf alfabetik.
Bermodalkan MuseScore, Audacity, dan mikrofon Soundtech seharga 500 ribu rupiah, aku membuat rekaman lagu abjad Karawil hasil karanganku sendiri:
A, Ba, Ca, Da, Fa, Ga, Nga
Ha, Ja, Ka, La, Ma, Na, Nya
Pa, Ra, Sa, Sya, Ta
Wa, Kha, Ya, dan Za
i, e, ê, o, dan u, …
… dan juga tanda pemati
Itulah abjad Karawil …
… yang kuciptakan sendiri
Kemudian dengan modal Inkscape, Powerpoint, dan aplikasi InShot, aku membuat videonya lalu mengunggahnya ke YouTube.
Lumayan banyak yang menonton. Bahkan ada yang menanyakan padaku di kolom komentar, meminta izin menggunakan laguku untuk dia pakai dalam kontennya. Aku tidak terlalu ketat dengan hak cipta lagu ini, jadi aku izinkan saja. Hanya saja aku tidak memberikan font Karawil padanya karena ingin melihat bagaimana dia bisa membuat konten alfabet dengan abjad Karawil yang dia kreasikan sendiri. Setelah kulihat video abjad Karawil yang dia unggah, dia memang bisa membuat font abjad Karawil-nya sendiri, yang serif maupun sans serif. Dengan modifikasi dari font alfabet latin dan sirilik yang sudah ada.
Aku memang agak lumayan kenal konten kreator ini. Dia membuat konten berupa video lagu abjad dari berbagai bahasa. Kalau aku boleh menilai, dia … kreatif apa adanya. Latar putih, huruf warna-warni dengan wajah, tangan, dan kaki. Itu saja. Konten favoritku adalah lagu abjad Kazakhstan. Entah dia dapat lagu itu dari mana, tapi aku suka lagu itu.
Sebenarnya konten kreator lagu abjad latar putih huruf warna-warni berwajah tangan-kaki ini ada banyak. Beberapa diantaranya mungkin bisa dikatakan sebagai peniru, tapi aku anggap saja mereka semua seperti komunitas tersendiri. Aku pun bisa terbilang juga meniru mereka, hanya saja dengan gayaku sendiri.. 👀.
Ketika aku iseng mengetik kata “Karawil” di bilah pencarian YouTube, aku terkesan bahwa ternyata banyak yang membuat video abjad Karawil-nya sendiri menggunakan laguku. Aku merasa viral, walau sebetulnya tidak terlalu, karena sebarannya mungkin hanya sekomunitas itu saja.
Tulisan tangan
Ketika aku menulis abjad Karawil dengan mengikuti bentuk dari font-nya, prosesnya tidak secepat ketika aku menulis huruf latin. Sebenarnya, huruf manapun termasuk latin memang akan lebih lambat ditulis bila dibuat terlalu rapih mengikuti bentuk cetaknya. Maka dari itu aku mencari urutan tarikan garis yang tepat untuk mempermudah penulisan huruf Karawil.
![]() |
| Pangram abjad Karawil dalam bahasa Indonesia |
Jadi begitulah proses terciptanya aksara rekaanku sendiri. Kalau ditanya gunanya apa, aksaraku ini bisa saja dipakai untuk menulis kalimat rahasia jika tidak ingin tulisannya dibaca orang lain. Tapi tidak akan jadi rahasia lagi jika banyak yang tahu cara baca abjad Karawil setelah baca artikel ini beserta video lagunya.





Komentar
Posting Komentar